Rent-a-Girlfriend Dalam industri anime yang dipenuhi dengan genre harem dan komedi romantis, sulit untuk menemukan judul yang memicu perdebatan sepanas Kanojo, Okarishimasu (Rent-a-Girlfriend). Sejak pertama kali tayang, anime adaptasi manga karya Reiji Miyajima ini langsung menjadi fenomena. Bukan karena plotnya yang revolusioner, melainkan karena premisnya yang kontroversial dan karakter utamanya yang sering disebut sebagai “protagonis paling memalukan” dalam sejarah anime modern.
Premisnya sederhana namun efektif: Kazuya Kinoshita, seorang mahasiswa yang baru saja diputuskan pacarnya, mencoba mengobati patah hatinya dengan menyewa pacar sewaan melalui aplikasi. Ia bertemu Chizuru Mizuhara, gadis yang tampak sempurna. Namun, serangkaian kebetulan dan kebohongan konyol memaksa mereka untuk terus berpura-pura pacaran di hadapan nenek dan teman-teman mereka. Di balik visualnya yang memukau dan popularitasnya yang masif, anime ini adalah ujian ketahanan mental bagi penontonnya: seberapa sanggup Anda menahan rasa cringe demi melihat perkembangan karakter yang berjalan lambat bak siput?
Kazuya Kinoshita: Antitesis Pahlawan Romansa
Gajah di pelupuk mata yang harus dibahas pertama kali adalah Kazuya Kinoshita. Tidak mungkin mengulas anime ini tanpa menyinggung betapa frustrasinya menonton tingkah laku Kazuya. Ia digambarkan sebagai sosok yang tidak percaya diri, penuh nafsu sesaat, pembohong, boros, dan sangat ragu-ragu.
Bagi banyak penonton, Kazuya adalah representasi dari sifat-sifat terburuk laki-laki muda yang putus asa. Ia sering kali terjebak dalam monolog internal yang berlebihan tentang betapa cantiknya gadis-gadis di sekitarnya, yang terkadang terasa mengganggu. Namun, di sisi lain, penulis sengaja menciptakan Kazuya sebagai karakter yang “hancur” agar ruang untuk pertumbuhannya menjadi sangat luas. Momen-momen langka di mana Kazuya menunjukkan dedikasi tulus—terutama di arc pembuatan film di musim-musim lanjutan—memberikan sedikit penebusan dosa. Ia adalah karakter yang realistis dalam artian yang paling menyedihkan; ia bukan pahlawan tampan yang selalu tahu harus berkata apa, ia adalah representasi kekacauan emosional manusia biasa.
Chizuru Mizuhara: “Waifu” Kelas S
Jika Kazuya adalah alasan orang berhenti menonton, maka Chizuru Mizuhara adalah alasan orang tetap bertahan. Chizuru didesain sebagai “Girlfriend” yang sempurna. Ia cantik, pengertian, profesional, dan memiliki impian besar sebagai aktris. (berita musik)
Namun, daya tarik Chizuru bukan hanya pada kesempurnaannya. Justru, sisi menariknya muncul saat ia melepas topeng “pacar sewaan”-nya dan menjadi Ichinose Chizuru, mahasiswi biasa yang kaku, pragmatis, dan menyimpan kesepian mendalam. Dinamika antara Kazuya (klien) dan Chizuru (penyedia jasa) yang perlahan kabur menjadi hubungan genuine adalah inti dari cerita ini. Chizuru adalah benteng pertahanan anime ini; tanpa karismanya yang kuat, fondasi cerita Rent-a-Girlfriend mungkin sudah runtuh sejak episode awal.
Perang Gadis: Mami, Ruka, dan Sumi Rent-a-Girlfriend
Sebagai anime harem, kehadiran karakter pendukung wanita sangat krusial. Di sinilah Kanojo, Okarishimasu bersinar. Desain karakternya sangat top-tier.
Mami Nanami, sang mantan pacar, adalah antagonis yang brilian. Di balik wajah imut dan suara lembutnya, tersembunyi sifat manipulatif dan dengki yang membuat cerita tetap bergerak. Mami adalah agen kekacauan (agent of chaos); setiap kali plot terasa stagnan, Mami muncul untuk meledakkan bom kebohongan Kazuya. Lalu ada Ruka Sarashina, gadis dengan kondisi jantung yang membuatnya agresif mengejar cinta hingga level obsesif yang kadang menakutkan. Dan tentu saja, Sumi Sakurasawa, karakter sampingan yang menjadi “oase” penyembuh bagi penonton. Dengan sifatnya yang pemalu dan murni, Sumi sering kali menjadi penetralisir racun drama yang terjadi di antara karakter lain.
Visual dan Fashion yang Memanjakan Mata
Satu hal yang tidak bisa dikritik dari anime ini adalah kualitas produksinya. TMS Entertainment melakukan pekerjaan luar biasa dalam memvisualisasikan dunia Rent-a-Girlfriend. Reiji Miyajima (mangaka) dikenal sangat memperhatikan fashion, dan anime ini menerjemahkannya dengan sempurna.
Setiap episode terasa seperti peragaan busana. Chizuru dan karakter wanita lainnya hampir selalu berganti pakaian dengan outfit yang modis, detail, dan sesuai dengan tren terkini di Jepang. Pewarnaan anime ini cerah, tajam, dan bersih. Penggunaan close-up pada ekspresi wajah karakter juga sangat efektif untuk menyampaikan emosi—mulai dari wajah merah padam Kazuya hingga tatapan dingin Mami. Secara estetika, ini adalah salah satu anime romansa paling “cantik” di pasaran.
Lingkaran Setan Kebohongan
Kritik terbesar terhadap narasinya adalah pola repetitif alias “lingkaran setan”. Kazuya berbohong -> hampir ketahuan -> berbohong lagi untuk menutupi kebohongan sebelumnya -> selamat berkat keberuntungan atau bantuan Chizuru -> ulangi. Progres hubungan romantisnya terasa sangat lambat (slow burn) hingga ke titik yang menyiksa.
Bagi penonton yang mengharapkan resolusi cepat, anime ini akan sangat melelahkan. Rasanya seperti menonton sinetron di mana masalah sepele diperpanjang hingga puluhan episode. Namun, bagi mereka yang menikmati drama “soap opera” dengan segala kesalahpahamannya, Rent-a-Girlfriend menawarkan hiburan guilty pleasure yang adiktif. Ada sensasi penasaran: “Kebodohan apa lagi yang akan dilakukan Kazuya minggu ini?”.
Kesimpulan Rent-a-Girlfriend
Kanojo, Okarishimasu adalah anime yang aneh. Anda mungkin akan membenci protagonisnya, Anda mungkin akan kesal dengan alurnya yang lambat, tetapi anehnya, Anda akan terus menontonnya setiap minggu.
Kekuatan visualnya yang memukau dan pesona para heroine-nya (terutama Chizuru) menjadi magnet yang terlalu kuat untuk diabaikan. Ini adalah kisah tentang cinta di era modern yang transaksional, tentang mimpi, dan tentang seorang pecundang yang berusaha keras—dengan cara yang sangat konyol—untuk menjadi pria yang pantas bagi wanita yang dicintainya. Jika Anda memiliki toleransi tinggi terhadap rasa cringe, selamat datang di dunia sewa-menyewa pacar.

