Review Anime High School DxD. Awal 2026 ini, anime High School DxD kembali jadi sorotan penggemar di seluruh dunia. Meski musim terakhir tayang pada 2018, franchise ini hidup lagi berkat rilis novel baru pada akhir 2025 dan spin-off manga yang sedang berjalan. Cerita tentang Issei Hyodo, siswa SMA mesum yang dibangkitkan sebagai iblis oleh Rias Gremory, penuh aksi supernatural, komedi romantis, dan elemen dewasa yang ikonik. Di tengah rumor musim kelima yang semakin kencang serta penjualan novel melebihi 7,8 juta kopi, anime ini terasa lebih relevan dari sebelumnya. Review terkini menegaskan bahwa kombinasi harem, pertarungan epik, dan humor nakal membuatnya tetap jadi favorit genre ecchi-action, terutama bagi yang menantikan kelanjutan petualangan Occult Research Club. BERITA BOLA
Plot dan Karakter yang Menghibur: Review Anime High School DxD
Inti cerita berpusat pada Issei, yang mati di kencan pertama lalu jadi pelayan Rias—putri iblis berambut merah yang karismatik. Ia bergabung dengan klub penelitian okultisme, yang sebenarnya kelompok iblis tinggi, menghadapi ancaman dari fallen angel, iblis saingan, hingga dewa mitologi. Plot berkembang dari konflik sederhana jadi saga besar melibatkan perang antarfaksi, turnamen Rating Game, dan kekuatan Sacred Gear Issei yang unik. Karakter pendukung seperti Akeno Himejima yang sadis-manis, Asia Argento yang polos, Koneko Toujou yang tsundere, serta Xenovia dan Irina dari kubu malaikat menambah dinamika harem yang lucu tapi dalam. Issei tumbuh dari pemuda mesum jadi pahlawan tangguh, sementara hubungannya dengan Rias dan yang lain penuh momen romantis bercampur aksi intens. Narasi empat musim terasa cepat, dengan twist seperti pengkhianatan dan aliansi tak terduga, membuat penonton sulit berhenti menonton meski elemen fanservice mendominasi.
Animasi dan Elemen Fanservice yang Ikonik: Review Anime High School DxD
Produksi animasi menonjol dengan desain karakter cantik, efek pertarungan dinamis, dan adegan fanservice yang berani. Transformasi kekuatan, ledakan energi, serta gerak cepat dalam duel terasa mulus, terutama di musim terakhir yang lebih fokus aksi. Warna cerah, latar sekolah yang hidup, dan detail kostum iblis memberikan nuansa fantasi menarik. Elemen dewasa—seperti adegan telanjang parsial dan humor seputar tubuh—jadi ciri khas, tapi tidak mengganggu alur utama. Soundtrack energik dengan opening catchy mendukung suasana komedi-action, sementara voice acting natural membuat dialog mesum Issei terasa menghibur. Bahkan di 2026, kualitas visual ini masih kompetitif, terutama bagi penggemar genre yang suka campuran serius dan ringan tanpa terlalu berat.
Popularitas dan Harapan Musim Baru
High School DxD sukses besar karena berhasil gabungkan ecchi dengan cerita mendalam tentang persahabatan, pengorbanan, dan pertumbuhan diri. Popularitasnya terbukti dari jutaan penjualan novel, adaptasi spin-off, dan komunitas aktif yang terus diskusikan teori kelanjutan. Di 2026, rilis novel baru dan spin-off Junior High School DxD memanaskan rumor musim kelima, dengan banyak penggemar yakin pengumuman segera datang. Tema supernatural lintas mitologi—iblis, malaikat, naga—memberi ruang ekspansi luas, sementara perkembangan Issei sebagai “Red Dragon Emperor” janjikan aksi lebih besar. Meski dikritik karena fanservice berlebih, anime ini diakui sebagai salah satu yang terbaik di genrenya, memengaruhi banyak judul serupa dan tetap jadi rekomendasi bagi yang suka hiburan dewasa tapi fun.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, High School DxD tetap jadi anime ecchi-action berkualitas di 2026, dengan plot engaging, karakter memorable, animasi solid, dan popularitas abadi yang terus tumbuh. Rilis materi baru akhir-akhir ini membuktikan franchise ini belum mati, malah siap bangkit lebih kuat. Bagi penonton lama, ini nostalgia penuh tawa dan aksi; bagi yang baru, pintu masuk seru ke dunia harem supernatural. Di tengah antisipasi musim baru, anime ini mengajak nikmati campuran komedi nakal dan pertarungan epik yang jarang tertandingi. Tontonlah ulang, dan rasakan mengapa seri ini terus dicinta lintas generasi.

